Kolom-Praktis
Kolom-Praktis1
Kolom-Praktis2
Kolom-Praktis
Kolom-Praktis1
Kolom-Praktis2

Kolom Praktis

Rp. 41.000

Batang

Product Tags : 

description


Secara umum, terdapat dua jenis kolom yang sering digunakan dalam proses pembangunan yaitu kolom praktis dan kolom utama. Dalam merancang suatu bangunan kehadiran struktur kolom utama dan kolom praktis sangatlah diperlukan. Ini berlaku bagi semua jenis pembangunan properti. Fungsi dari kolom sendiri adalah untuk mempertahankan kestabilan pada bangunan. Alhasil, daya tahan bangunan tersebut kuat dan tidak mudah ambruk.

Dua jenis kolom tersebut meliputi kolom praktis dan kolom utama. Kedua jenis kolom tersebut memiliki peranan yang sangat penting bagi ketahanan struktur bangunan. Berikut ini merupakan penjelasan lebih lanjut terkait pengertian dan fungsi masing-masing kolom dalam suatu bangunan.

Arti Kolom Praktis


Kolom Praktis

Definisi kolom praktis sendiri adalah sebuah komponen yang biasanya berbentuk tiang pembentuk struktur bangunan yang berfungsi membantu kolom utama menopang beban bangunan. Jika Anda tidak menggunakan kolom jenis praktis pada proses pembangunan, resiko bangunan retak hingga runtuh bisa saja terjadi. Kolom jenis praktis biasanya dipasang pada jarak 3-4 meter antara dinding bangunan. Hal ini dimaksudkan untuk memperkokoh dan menghindari keretakan pada dinding.

Yang menjadikan kolom praktis dibutuhkan dalam sebuah bangunan adalah, karena dinding berupa tumpukan batako tidak memiliki kekuatan secara melintang. Kolom jenis praktis inilah yang menjaga kestabilan agar dinding tidak roboh saat terjadi guncangan agar bangunan tahan gempa maupun didorong.

Arti Kolom Utama


Kolom utama

Kolom utama sendiri merupakan penyangga beban utama dalam struktur bangunan. Sama seperti kolom praktis, kolom utama biasanya diaplikasikan pada jarak 3-4 meter antara balok pembentuk bangunan. Selain itu fungsi kolom utama juga berfungsi untuk memperkokoh bangunan dari kerusakan atau resiko bangunan runtuh.

Tanpa kehadiran kolom utama pada bangunan, dipastikan resiko bangunan roboh sangat tinggi. Kolom utama ini menjaga atau menopang bobot mulai dari atap rumah dan beban disalurkan hingga tanah. Mengingat betapa pentingnya kolom utama, jangan lupa untuk memastikan kolom praktis dan utama terpasang secara sempurna.

Berbeda dengan kolom struktur utama yang berfungsi untuk menopang balok dan lantai bangunan. Fungsi pada bangunan adalah untuk memperkuat dinding agar tetap tegak berdiri. Dinding yang terbuat dari susunan batako atau bata biasanya tidak memiliki kekuatan apabila didorong oleh gaya melintang. Kolom inilah yang membantu memperkuat dinding dari gaya melintang sehingga tidak mudah roboh apabila didorong atau saat terjadi gempa

Perbedaan Kolom Utama Dengan Kolom Praktis


Berikut perbedaan mendasar keduanya.

Kolom utama memiliki peranan dalam menopang keseluruhan bangunan secara vertikal. Sementara praktis berfungsi untuk menahan dinding dari gaya melintang agar tidak roboh.

Kolom utama menopang balok dan plat lantai pada bangunan. Sementara praktis tidak diperhitungkan untuk menopang balok ataupun lantai meskipun dalam kenyataannya peletakan kolom praktis dapat membantu kolom struktur menopang balok.

Kolom struktur biasanya berukuran besar atau pipih panjang dengan pondasi yang dalam. Sementara praktis biasanya tersembunyi dalam dinding, tidak kelihatan dari luar dan menggunakan pondasi menerus seperti dinding.


Harga Kolom Praktis 2021


NoUkuran ( Meter )Harga
1Kolom 60 x 60 x 5 x 4 x 150 - 3 MRp. 41.000
2Kolom 60 x 60 x 6 x 4 x 150 - 3 MRp. 50.000
3Kolom 80 x 80 x 5 x 4 x 150 - 3 MRp. 44.000
4Kolom 80 x 80 x 6 x 4 x 150 - 3 MRp. 53.000
5Kolom 60 x 60 x 5 x 4 x 150 - 3 MRp. 41.000
6Kolom 60 x 60 x 6 x 4 x 150 - 3 MRp. 50.000
7Kolom 80 x 80 x 5 x 4 x 150 - 3 MRp. 44.000
8Kolom 80 x 80 x 6 x 4 x 150 - 3 MRp. 53.000

*Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya

Promo Kolom Praktis Terbatas
( Pesan Via Whatsapp )

Peran Penting Kolom Praktis dalam Membangun Rumah


Seperti yang telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, kolom jenis praktis memiliki peranan yang sangat penting bagi rumah. Peran penting kolom jenis praktis adalah membantu kolom utama menyangga beban bangunan rumah. Dengan adanya kolom praktis, bangunan akan berdiri kokoh dan terhindar dari kerusakan dan resiko roboh.

Dalam proses pembangunan, kolom jenis praktis biasanya ditempatkan pada banyak bagian. Contohnya seperti peletakan pada sisi ujung ruangan yang merupakan bagian yang cukup rawan. Bisa dibilang cukup rawan karena pada bagian pojok ruangan ini terdapat sambungan-sambungan antara kolom utama.

Pengukuran Letak Kolom Praktis


Pengukuran Letak Kolom Praktis

Kolom jenis praktis memiliki ukuran yang cenderung kecil dibandingkan kolom utama. Hal ini dikarenakan kolom jenis praktis tidak dibuat untuk secara langsung menopang beban struktur rumah seperti kolom utama. Pengukuran dan penempatan letak kolom jenis praktis biasanya berjarak antara 3-4 meter dari susunan balok atau batu bata.

Sedangkan untuk ukuran kolom jenis praktis terdiri dari berbagai ukuran, mengikuti seberapa luas dan besar bangunan tersebut. Lebih lanjut lagi, ukuran kolom jenis praktis mengikuti dan menyesuaikan seberapa tebal dinding bangunan. Namun, biasanya ukuran kolom jenis praktis yang digunakan berukuran 10x10 cm hingga 15x15cm.

Beton bertulang merupakan salah satu material yang biasanya digunakan sebagai kolom jenis praktis untuk dinding yang menggunakan material bata. Sedangkan kayu batangan berukuran 8x8 cm biasanya merupakan material yang digunakan untuk membentuk kolom praktis untuk dinding yang menggunakan material kayu.

Peletakan Kolom Praktis


Peletakan Kolom Praktis

Peletakan diaplikasikan untuk pojok ruangan. Hal tersebut dikarenakan pojok ruangan merupakan titik sambungan yang sangat rawan. Oleh karena itu diperlukan kolom sehingga ruangan tetap kokoh. Ukuran bervariasi tergantung jarak perletakan maupun material yang digunakan. Untuk tembok batako pada umumnya berukuran 10 x 10 cm atau 12 x 12 cm. Cat tembok di finishing menggunakan plesteran dan cat maka seharusnya tidak terlihat dari luar. Hanya kolom struktur yang biasanya terlihat karena ukurannya yang besar.

Material yang digunakan untuk dinding pasangan bata atau batako adalah beton bertulang. Untuk material dinding kayu atau papan kayu maka bisa menggunakan kayu batangan berukuran minimal 8 x 8 cm. Sementara jika menggunakan kalsiboard rangka holo peletakan biasanya memerlukan perhitungan khusus sesuai dengan dimensi rangka dan jarak perletakan nya.

Pembuatan Kolom Praktis


Pembuatan Kolom Praktis

Terbuat dari beton bertulang dan biasanya dengan jumlah tulangan 4 buah diameter 10 mm (4D10), sedangkan sengkangnya diameter 8 jarak 150 mm (P8-150). Kolom ini umumnya berbentuk persegi. Pada sebuah penelitian seorang dosen Universitas Gadjah Mada, tulangan pokok kolom dibuat hanya tiga batang, tulangan sengkang menggunakan spiral, dan di cor persegi. Dan kolom seperti ini ternyata lebih stabil dan lebih hemat.

Ada dua cara yaitu:

  1. Menggunakan bekisting 4 sisi, kolom dicor terlebih dahulu dan pada badan kolom ditanam angkur perjarak 1 meter dari tulangan diameter 8 mm. Setelah beton mengeras, baru kemudian dipasang dinding.
  2. Dinding dipasang terlebih dahulu, baru kemudian dipasang bekisting pada 2 sisi menempel ke dinding dan di cor. Cara yang kedua ini adalah yang paling sering dilakukan di lapangan karena sangat praktis.

Fungsi Kolom Praktis


Pada bangunan adalah untuk memperkuat dinding agar tetap tegak berdiri. Dinding yang terbuat dari susunan batako atau bata biasanya tidak memiliki kekuatan apabila didorong oleh gaya melintang. Membantu memperkuat dinding dari gaya melintang sehingga tidak mudah roboh apabila didorong atau saat terjadi gempa.

Jika dianalogikan, fungsinya sangat mirip seperti rangka tulang dalam tubuh manusia. Seperti yang kita ketahui bahwa rangka bertugas untuk menopang beban agar tetap berada dalam posisinya. Tanpa rangka, otomatis beban tersebut akan jatuh atau roboh. Dalam bangunan, kolom ini melanjutkan bobot dari bangunan, beban lain, serta embusan angin. Pada dasarnya, beban akan dimulai dari atap, lalu akan diteruskan pada kolom. Lantas dari kolom, beban akan disalurkan ke tanah.

Khusus untuk dinding rasanya masih ada masyarakat kita yang suka membangun dinding tanpa struktur kolom. Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan. Sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996). Mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil. Fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi.

Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang) serta beban hembusan angin. Berfungsi agar bangunan tidak mudah roboh. Beban sebuah bangunan dimulai dari atap. Beban atap akan meneruskan beban yang diterimanya ke kolom. Seluruh beban yang diterima kolom didistribusikan ke permukaan tanah di bawahnya. Kesimpulannya, sebuah bangunan akan aman dari kerusakan bila besar dan jenis pondasinya sesuai dengan perhitungan. Namun, kondisi tanah pun harus benar-benar sudah mampu menerima beban dari pondasi.

Promo Kolom Praktis Terbatas
( Pesan Via Whatsapp )