040557900_1670342829-WhatsApp_Image_2022-12-06_at_10_55_44_PM__1_
Kebutuhan Baja Tembus 100 Juta Ton di 2045, Begini Cara ARFI Capai Kemandirian Industri Baja RI
Kebutuhan Baja Tembus 100 Juta Ton di 2045, Begini Cara ARFI Capai Kemandirian Industri Baja RI
December 6, 2022

Liputan6.com, Jakarta Asosiasi Industri Baja Indonesia atau The Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin), pertama kalinya menyelenggarakan IISIA Business Forum 2022 (IBF 2022).

Acara yang digelar untuk mewujudkan kemandirian industri baja nasional ini dilaksanakan pada 1-3 Desember 2022 di Grand City, Surabaya, Jawa Timur.

Ketua umum Asosiasi Roll Former Indonesia (ARFI) Nicolas Kesuma mengatakan, industri baja nasional merupakan salah satu pilar utama bagi pembangunan Indonesia Maju.

Tak hanya di hulu, industri baja di hilir pun harus senantiasa terlibat, berkontribusi serta bersinergi dengan industri lain dalam mewujudkannya.

“Seperti yang telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Bapak Airlangga Hartarto, saat ini kebutuhan baja nasional berada pada kisaran 16 juta ton dan akan meningkat menjadi 100 juta ton pada tahun 2045 saat kita menargetkan menjadi negara maju,” terang Nicolas usai menghadiri penutupan IBF 2022, Sabtu (3/12/2022).

Dikatakan pembangunan industri baja menuju 100 juta ton ini merupakan keniscayaan agar Indonesia mampu membangun kemandirian industri nasional. Untuk itu dibutuhkan sinergi yang baik dari hulu ke hilir untuk menjembatani terwujudnya hal tersebut

Nicolas menerangkan, saat ini ada 16 perusahaan besar penghasil produk roll forming yang menguasai pasar baja ringan nasional, bernaung di ARFI.

Seluruh perusahaan tersebut juga sudah berkomitmen dalam mewujudkan kemandirian baja nasional. Namun guna mendukung peningkatan utilitas produksi baja dalam negeri ini, pemerintah juga harus berkomitmen dalam melakukan langkah-langkah seperti pembatasan impor dan peningkatan TKDN dalam pembangunan sehingga produk dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk mewujudkan kemandirian industri baja. Di antaranya adalah komitmen pemerintah dalam pembatasan impor dan juga peningkatan TKDN sesuai dengan yang diamanatkan Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo dalam setiap pembangunan infrastruktur, terutama dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN),” tegas Nicolas.

 

https://www.liputan6.com/bisnis/read/5146516/kebutuhan-baja-tembus-100-juta-ton-di-2045-begini-cara-arfi-capai-kemandirian-industri-baja-ri

Related Articles